Taman Nasional Sebangau – Uniknya Rekreasi Air Gambut
Taman Nasional Sebangau / Sebangau National Park ialah salah satu taman nasional yang berada di pulau Kalimantan. Kawasan ini meliputi wilayah Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, serta Kota Palangkaraya. Keberadaan TN Sebangau secara resmi disahkan pada tahun 2004 menurut Keputusan Menteri Kehutanan.
Sesuai dengan letak dan keadaan alamnya, Taman Nasional Sebangau berada di tengah-tengah hutan rawa gambut. Hal tersebut menjadi salah satu kelebihan dan pesona dari taman nasional yang mungkin belum terlalu diketahui penduduk luas ini.
Berbagai jenis flora dan fauna yang hidup di daerah ini membentuk populasi yang besar. Pengunjung yang datang akan disuguhi aneka macam destinasi rekreasi mempesona yang dapat dinikmati.
Sayangnya, hingga dikala ini masih banyak ancaman yang terus menghantui keberlangsungan Taman Nasional Sebangau, salah satunya pembalakan liar dan alih fungsi lahan.
Sejarah Taman Nasional Sebangau
Sebangau secara sah diakui selaku taman nasional pada tanggal 19 Oktober 2004 melalui keluarnya Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 423/Menhut-II/2004. Ketika itu, luas daerah ini sekitar 568.700 hektar yang diatur oleh Balai Taman Nasional Sebangau.
Akan tetapi, pada tahun 2012 terjadi perubahan luas daerah menjadi 542.141 hektar. Keputusan ini ditetapkan lewat Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 529/Menhut-II/2012. Hingga dikala ini, terdapat banyak sekali jenis tumbuhan bernilai ekonomi tinggi dan fauna yang nyaris punah hidup di taman nasional ini.
Sebagai salah satu hutan rawa terbesar di dunia, tempat Sebangau menjadi daerah konservasi yang pantas untuk terus dipertahankan. Meskipun begitu, salah satu tantangan paling besar tempat ini selama lebih dari sepuluh tahun yakni dilema gambut.
Berbagai upaya terus dilakukan oleh banyak sekali organisasi dan lembaga peduli hutan untuk mengupayakan biar taman nasional ini dapat tetap lestari.
Kondisi Alam TN Sebangau
Secara administratif Taman Nasional Sebangau berada di tiga wilayah adalah Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Katingan di propinsi Kalimantan Tengah. Bentangan ini menjadi nirwana bagi kehidupan dan keberlangsungan tanaman gambut.
Berbagai jenis flora dan fauna juga hidup dan membentuk ekosistem yang besar di tempat Sebangau. Mulai dari mamalia, reptil, dan burung dari berbagai jenis mampu didapatkan, termasuk fauna langka seperti orang utan. Adapun flora yang sangat banyak hidup di taman nasional ini yakni jenis kayu dan non kayu mirip hutan gambut dan rotan.
Pemandangan yang dimiliki taman nasional ini masih sungguh asli dan murni. Berbagai bukit-bukit memperlihatkan keindahan dan pesona alam yang sungguh menakjubkan. Misalnya Bukit Batu yang menghadap ke area taman nasional dapat menjadi titik pandangan yang sangat indah.
Tidak cuma itu, bukit lain yang dapat didaki ialah Bukit Bulan. Selain menghidangkan pemandangan yang indah dari atas puncak bukit, perjalanan menuju ke atas juga cukup menantang. Pengunjung dapat menikmati ekosistem rawa gambut sepanjang perjalanan serta bebatuan granit yang masih alami di Bukit Kaki.
Terdapat beberapa anutan sungai melintasi daerah Sebangau serta danau air tawar yang masih jernih dan higienis. Beberapa danau juga mampu didapatkan, antara lain Danau Bulat, Danau Panjang, dan Danau Punggualas. Danau tersebut menjadi habitat bermacam-macam ikan untuk hidup dan berkembang.
Adapun untuk fatwa sungai di sepanjang taman nasional yakni Sungai Sebangau dan Sungai Katingan yang mengapit tempat ini, Sungai Kahyangan yang melintasinya, dan juga Sungai Koran yang populer dengan airnya yang berwarna hitam.
Sungai Koran ini juga menjadi salah satu destinasi rekreasi utama, karena selain warna airnya yang mempesona, juga lokasinya yang berada di sepanjang rawa gambut.
Flora & Fauna Taman Nasional Sebangau
Berbekal kondisi alam yang masih asri, Taman Nasional Sebangau menjadi nirwana untuk banyak sekali jenis tanaman dan fauna. Ada beragam jenis flora dan satwa yang mampu dijumpai di taman nasional ini, bahkan yang sudah dinyatakan langka keberadaannya.
Berikut yakni beberapa tanaman dan fauna yang cukup banyak dijumpai saat bertandang ke kawasan ini.

1. Flora
Ada banyak sekali jenis tumbuhan yang dapat didapatkan di Taman Nasional Sebangau. Sebuah penelitian menyebutkan, bahwa terdapat 809 jenis tumbuhan yang masuk ke dalam 128 suku berlawanan. Sementara itu, 16 jenis suku diantaranya masih belum mampu teridentifikasi.
Adapun
beberapa jenis suku yang paling banyak dijumpai yakni Rubiaceae, Myrtaceae, Euphorbiaceae,
Moraceae, Fabaceae, Cluasiacea, Cyperaceae, Annoceae, dan Lauraceae.
Beberapa jenis tumbuhan yang hidup di Taman Nasional Sebangau memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tumbuhan tersebut mulai dari jenis kayu hingga non kayu. Jenis non kayu yang dapat didapatkan di daerah ini adalah rotan, flora obat, dan getah-getahan.
Sementara itu, daerah ini juga menjadi habitat pohon yang menciptakan jenis kayu dengan harga jual tinggi, antara lain meranti jawa (Shorea pauciflora, Shorea uluginosa, dan Shorea tysmanniana), jelutung (Dyera lowii), kapur naga (Calophyllum macrocarpum), bintangur (Calophyllum spp.), nyatoh (Palaquium spp.), ramin (Gonystylus bancanus), dan sebagainya.
2. Fauna
Tidak
cuma jenis tanaman saja yang sungguh kaya di Taman Nasional Sebangau, aneka macam
jenis fauna juga hidup dan berkembang di sini. Setidaknya untuk klasifikasi
mamalia terdapat sekitar 35 jenis yang dapat ditemukan di kawasan Sebangau. 13
di antara jumlah tersebut telah diidentifikasi mendekati kepunahan.
Ke-13 jenis fauna yang hampir punah tersebut ialah beruang madu (Helarctos malayanus), harimau dahan (Neofelis nebulosa), bajing (Exilisciurus axilis), binturong (Arctitis binturong), beruk (Macaca nemestrina), kelasi (Presbytis rubicunda), bajing (Tupaia picta), musang pohon (Arctogalidia trivirgata), kucing kerikil (Felis marmorata), kucing hutan (Felis bengalensis), dan kucing kepala pipih (Felis planiceps).

Selain itu, dua lainnya yang meski telah mendekati kepunahan, seperti Owa (Hylobates agilis) dan orang utan (Pongo pygmaeus) populasinya masih cuku banyak di daerah Taman Nasional Sebangau. Terdapat sekitar 6000 orang utan yang hidup di taman nasional ini.
Berbagai
jenis burung juga mampu didapatkan tersebar di kawasan taman nasional. Beberapa
di antaranya yaitu cangak maritim (Ardea sumatrana), cangak merah (Ardea
purpurea), enggang berjambul putih (Aceros comatus), enggang gading
(Buceros vigil), enggang gunung (Aceros undulatus), enggang badak
(Buceros rhinoceros), pergam (Ducula bicolor), dan pecuk ular (Anhinga
melanogester).
Bukan hanya itu, jenis seperti bangau hutan rawa (Ciconia stormi), bangau tongtong (Leptoptilus javanicus), layang-layang bulu (Hirundo tahitica), dan layang-layang api (Hirundo rustica) juga mampu didapatkan di wilayah Sebangau. Sementara itu, satu jenis burung yang dimengerti sudah mendekati kepunahan yaitu bailang (Horn bill).
Berbagai jenis ikan juga meningkat di sepanjang sungai-sungai yang mengaliri daerah Sebangau, yaitu lele (Clarias sp.), kakapar (Belontia hesselti), gabus (Channa striata), sambaling (Betta sp.), dan bapuyu (Anabas testudineus).
Kegiatan & Destinasi Wisata
Wisata alam memang senantiasa menawan untuk dilaksanakan, karena dapat memberi energi positif untuk fikiran. Ketika mengunjungi Taman Nasional Sebangau para hadirin mampu menikmati beberapa destinasi rekreasi yang telah ditawarkan.
Destinasi rekreasi tersebut cukup bermacam-macam, mulai dari menunjukkan keindahan dan kekayaan alam yang dimiliki kawasan Sebangau, pendidikan, hingga yang menguji nyali. Tentunya, semua itu sayang jika dilewatkan begitu saja.
1. Resort Mangkok
Salah
satu destinasi rekreasi yang dapat ditemui yakni Resort Mangkok. Destinasi ini
tepatnya terletak di kabupaten Pulang Pisau. Sebenarnya di Resort Mangkok yang
menjadi daya tarik terutama adalah pendidikan rehabilitasi gambut berupa
pengerjaan blocking saluran.
Pembuatan blocking jalan masuk ini dirancang untuk pembasahan apabila ekspresi dominan kemarau tiba yang kerap menyebabkan kekeringan. Selain itu hadirin juga mampu memperoleh berbagai jenis burung dan ular di destinasi ini.
2. Punggualas
Tujuan wisata selanjutnya terletak di Kecamatan Baun Bango, Kabupaten Katingan, yaitu wisata Punggualas. Wisata ini ialah salah satu yang paling banyak disenangi hadirin. Hal itu dikarenakan terdapat kapal pesiar Kalteng Destination, Guesthouse, serta aneka macam satwa seperti orang utan, owak, dan kantan yang mampu dicicipi.
3. Sungai Koran
Sungai Koran yang juga menjadi destinasi wisata paling diminati pengunjung. Di Sungai Koran hadirin mampu melaksanakan tracking di kawasan hutan. Tidak cuma itu, aneka macam jenis fauna seperti orang utan, beruk, dan ular sanca juga mampu dijumpai di sepanjang destinasi ini.

Akan tetapi yang menjadi daya tarik utama dari Sungai Koran adalah airnya yang berwarna hitam kelam. Perlu dimengerti bahwa penyebab air berwarna hitam bukan alasannya telah tercemar, melainkan eksistensi senyawa tannin yang terkandung dalam air.
Senyawa tanin ini keluar dari tanah dan rawa gambut. Sebab, di dasar sungai serta danau terdapat rawa gambut. Alhasil senyawa tersebut bercampur dengan air yang mengalirinya sehabis jutaan tahun. Jika ingin mencicipi atau meminum air sungai ini, kita akan merasakan air yang agak pahit.
Selain itu, pengunjung dapat menyewa bahtera motor atau perahu kelotok di Dermaga Kereng Bangkirai untuk berwisata keliling. Tersedia pula bahtera boat serta pemandu bila ingin melakukan wisata yang lebih menantang lagi.
4. Kegiatan Lain
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengunjung mampu menikmati beberapa destinasi wisata di Taman Nasional Sebangau. Seperti berkeliling kawasan hutan dan melihat berbagai jenis satwa khususnya orang utan mampu dijalankan.
Selain itu, hadirin juga mampu mendaki bukit bulan yang berada di kawasan Sebangau. Dari atas bukit ini keindahan pemandangan alam dari taman nasional mampu disaksikan dengan lebih leluasa.
Ancaman Lingkungan TN Sebangau
Beberapa bahaya yang hingga saat ini masih dihadapi dan menjadi tantangan besar bagi keberlangsungan ekosistem di Taman Nasional Sebangau, antara lain:

1. Kerusakan Lahan Gambut dan Hidrologi
Selama bertahun-tahun sebelum banyak sekali lembaga mulai melaksanakan upaya penanganan terhadap gambut, sudah terjadi kerusakan terhadap jenis flora ini. Penyebabnya tidak hanya akibat keadaan alam seperti kebakaran, melainkan juga ulah manusia. Dampak yang ditimbulkan dari kerusakan lahan gambut juga mempengaruhi siklus hidrologi.
2. Kebakaran Hutan
Kebakaran hutan yang terjadi di daerah Sebangau dipicu oleh dua hal. Pertama ialah kemarau berkepanjangan yang menimbulkan kebakaran hutan mirip yang terjadi pada tahun 2015 kemudian. Kedua adalah balasan ulah manusia demi kepentingan pribadi seperti pembukaan lahan dan alih fungsi hutan.
3. Pembangunan Infrastruktur
Perkembangan kawasan dan pertambahan masyarakatkerap menjadi bahaya bagi lingkungan, hal ini juga terjadi di kawasan Taman Nasional Sebangau. Mengingat lokasi Taman Nasional Sebangau yang berada di wilayah dengan aneka macam pembangunan infrastruktur, pelan-pelan kawasan ini mulai ikut terdesak.
4. Penebangan Liar
Taman Nasional Sebangau kaya akan banyak sekali jenis tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Salah satu yang sering diburu dan menjadi incaran pembalak liar yaitu rotan.
Comments
Post a Comment